
Selayang Padang Ponpes Al-Fatah Temboro 1958-2024
Rp150000.00
Stok habis
Desa Temboro merupakan salah satu desa yang cukup fenomenal. Ribuan orang rela datang dan menetap di kampung ini hanya untuk satu tujuan yaitu menuntut ilmu agama sekaligus merasakan aura kehidupan beragama yang nyaman.
Dibandingkan dengan pondok-pondok pesantren terkenal di Jawa lainnya, keberadaan Temboro dan Pondok Pesantren Al-Fatah relatif belum terlalu lama. Cikal bakal Pondok Al-Fatah yang berupa mushola kecil yang kini menjadi Masjid Pondok Pusat, baru didirikan oleh Haji Shidiq sekitar tahun 1930-an.
Mulanya mushola itu hanya dipakai untuk mengajar ngaji dan dzikir keluarga dan orang-orang di sekitar tempat tinggalnya saja. Baru setelah Haji Shidiq meninggal pada tahun 1953, perlahan-lahan putra beliau yaitu Kyai Mahmud Kholid Umar mengembangkan mushola kecil itu menjadi sebuah masjid yang dinamainya Al-Fatah, yang berarti: “Pembuka.”
Masjid itu nampaknya benar-benar menjadi jalan pembuka perkembangan Temboro selanjutnya hingga menjadi salah satu pondok ternama di Jawa saat ini yang memiliki keseluruhan santri sekitar 50 ribu orang.
Buku Selayang Pandang Ponpes Al-Fatah 1958-2024 ini berisi rekaman perjalanan Ponpes Al-Fatah Temboro tahap demi tahap secara komprehensif. Selain itu buku ini juga mengungkap profil setiap program pendidikan yang ada di Al-Fatah baik Diniyah, Tahfidz, maupun Formal, halaqoh-halaqoh santri yang ada di Al-Fatah, unit-unit kegiatan santri, fasilitas pendukung pondok, fasilitas olah raga, khidmatan pondok, wisata religi, sampai kepada pondok-pondok cabang Al-Fatah yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.
Karenanya buku ini menjadi sangat penting untuk dijadikan sebagai referensi bagi para mahasiswa, peneliti, santri, orangtua santri, maupun masyarakat umum lainnya yang ingin memahami secara singkat tentang Pondok Pesantren Al-Fatah, Temboro. Kehadiran buku ini juga diharapkan bisa memperkaya wawasan, sekaligus menepis kesalahfahaman tentang Pondok Pesantren Al-Fatah, Temboro, baik yang disengaja maupun akibat ketidaktahuan sebelumnya.
